Kesaksian Purnomo Sidi





Selama 12 tahun pasangan suami isteri, bapak Purnomo Sidi dan ibu Irwanti mendambakan kehadiran anak. berbagai upaya telah dilakukan, namun nihil.

Hingga akhirnya, sang isteri mengandung. Purnomo Sidi atau yang biasa dipanggil ko Hoho sudah pasrah. "Tidak punya anak juga nggak apa-apa," kata koh Hoho. Hingga suatu ketika, harapan itu merekah lagi ketika isterinya hamil.  Namun 3 bulan kemudian, asa itu pupus karena ci Irwanti mengalami keguguran. Saat itu ko Hoho mengalami kekecewaan. "Saya itu sudah pasrah. Nggak dikasih anak juga nggak apa-apa. Lalu isteri saya hamil, tapi kemudian diambil lagi oleh Tuhan. Tentu saja saya sangat kecewa," kata ko Hoho.

Meski koh Hoho sudah mupus, tapi sang isteri tetap mendambakan kehadiran anak. Hingga suatu ketika koh Hoho mendadak mengajak sang isteri untuk berdoa. "Selama 12 tahun pernikahan, baru sekali itu saya mengajak isteri berdoa," kata ko Hoho. Selama itu, koh Hoho tidak menghayatiimannya dengan sungguh-sungguh.

****

Suatu pagi, cik Irwanti meminta koh Hoho untuk membaca Renungan Harian tentang malaikat yang memberi kabar kepada Maria. Renungan itu tentang kehamilan.

Beberapa menit kemudian, ada telepon dari dokter kandungan yang mengabarkan hasil test bahwa isterinya hamil. "Rasa-rasanya saya ingin melompat-lompat waktu itu," kata ko Hoho sumringah.

***

Selama 12 tahun mereka telah menempuh berbagai upaya medis tapi tanpa hasil. Namun ketika koh Hoho berserah kepada Allah, anugerah itu datang. Kesaksian ini disampaikan koh Hoho pada acara Malam Pujian dan Kesaksian di GKI Klaten, 22 Oktober 2010, dalam rangka Bulan Keluarga.

Kini keluarga ini aktif melayani di GKI Klaten.

Saksikan video klip Aaaron (anak mereka) yang sedang bernyanyi di GKI Klaten

http://www.facebook.com/purnawan?v=ap...



Help us caption & translate this video!



http://amara.org/v/EeLH/]

Tidak ada komentar:

Gambar tema oleh rami_ba. Diberdayakan oleh Blogger.